Buku

«

»

May 04

PENGANTAR ILMU PERTANIAN


PENGANTAR ILMU PERTANIAN

347 hal + xiii,  PUSPA, Surakarta. Cetakan Kesatu

KATA PENGANTAR

Sejak lama, Indonesia sudah dikenal sebagai Negara Agraris. Karena itulah sebabnya, sejak jaman penjajahan, pembangunan pertanian selalu menjadi perhatian pemerintah yang sedang berkuasa.

Pada masa penjajahan Belanda, pembangunan pertanian secara nyata dilaksanakan melalui Tanam Paksa (Cultuurstelsel) yang dilanjutkan sebagai pelaksanaan Politik Etis.

Pada masa pemerintahan Bung Karno, pembangunan pertanian diawali dengan Plan Kasimo, Rencana Kesejahteraan Indonesia (RKI), Padi Sentra, dan Komando Operasi Gerakan Makmur (KOGM). Pada pemerintahan Presiden Suharto, pembangunan pertanian ditempatkan sebagai titik-pusat pembangunan bidang ekonomi. Upaya-upaya pembangunan pertanian juga dilanjutkan oleh peme-rintahan Presiden B.J. Habiebie melalui GEMA PALAGUNG (Gerakan Mandiri Padi, Kedele dan Jagung) dan pada pemerintahan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono ditegaskan melalui penca-nangan Revitalisasi Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan. Sayangnya, upaya-upaya pembangunan tersebut ternyata tidak mampu mengangkat citra “pertanian” sebagai profesi yang menarik dan membanggakan. Yang terjadi, justru menurunnya minat pelajar untuk mengikuti pendidikan kejuruan-pertanian dan calon mahasiswa untuk mengikuti pendidikan tinggi pertanian. Menghadapi kenyataan tersebut, kesalahan banyak ditudingkan kepada penentu kebijakan pemerintah. Tetapi, secara jujur mestinya juga harus diakui sebagai kegagalan praktisi dan ilmuwan pertanian sendiri, yang tidak mampu mempromosikan pertanian.

Karena itu, pada saat junior saya, salah satu anggota Team Teaching mata-kuliah Pengantar Ilmu Pertanian datang untuk berkonsultasi tentang materi perkuliahan, aku betul-betul terhenyak. Aku baru rsadar, meskipun buku yang aku tulis sudah mencapai 25 judul, tetapi semua itu masih berkisar pada Pembangunan Pertanian, Penyuluhan, dan Komunikasi Pembangunan yang merupakan minat studi saya. Tetapi, sebagai “orang pertanian” aku belum pernah menulis tentang “Pengantar Ilmu Pertanian” yang aku pahami sebagai titik-masuk (entry point) bagi setiap orang yang ingin mengenal “pertanian” maupun “ilmu pertanian”.

Sejak saat itu, perhatianku tercurah kepada penulisan buku-teks tentang Pengantar Ilmu Pertanian. Mulailah aku mengumpulkan semua pustaka yang ada di koleksi pribadi, bertanya ke kanan-kiri, termasuk hunting ke internet. Mujur bagiku, karena mahasiswaku di pascasarjana yang juga Dosen, memberikan beberapa koleksinya. Sehingga dalam waktu yang relatif singkat aku sudah segera dapat memulainya. Kesulitan kecil muncul, manakala harus menetapkan isi buku. Sebab, di satu pihak harus mampu memberikan informasi yang lengkap sejak awal sejarah pertanian dan ilmu pertanian, sampai dengan isu-isu mutakhir kaitannya dengan kebijakan pembangunan pertanian dan pengembangan pertanian nerkelanjutan (sustainable agriculture), termasuk informasi tentang kompetensi profesi pertanian dan implementasinya dalam kegiatan pendi-dikan (tinggi) pertanian; dan di lain pihak, harus dijaga jangan sampai masuk terlalu dalam, pada substansi materi yang akan diberikan pada mata-kuliah lain yang lebih khusus. Tetapi, puji Tuhan, belum sampai sebulan, ternyata Draft-awal sudah terselesaikan, dan kini telah tersaji di hadapan sidang pembaca.

Sebagai Buku Pengantar, buku ini dirancang untuk memberikan informasi yang relatif lengkap tentang Ilmu Pertanian, tetapi tidak terlalu rinci, karena rincian tentang masing-masing Pokok Bahasan akan dibahas tersendiri secara lebih mendalam dalam setiap mata-kuliah yang ditawarkan dalam Kurikulum Pendidik-an Sarjana Pertanian Strata Satu (S1).

Buku ini terbagi dalam 7 (tujuh) bagian, yang masih-masing terdiri dari beberapa Bab.(Pokok Bahasan).

Bagian Kesatu terdiri dari Bab I (Pendahuluan) dan Bab II (Sejarah Pertanian)

Bab I (Pendahuluan), berisi tentang arti penting pertanian dan pembangunan pertanian, yang dimaksudkan untuk memberikan gambaran awal sekaligus untuk menarik perhatian pembaca tentang pertanian dan ilmu pertanian.

Bagian Kedua, terdiri dari tiga Bab, yaitu Bab III (Pertanian), Bab IV (Ilmu Pertanian) dan Bab V (Kompetensi Pertanian) Pokok Bahasan Pertanian,  memberikan informasi tentang pengertian, unsure-unsur dan lingkup kegiatan pertanian. Pokok Bahasan Ilmu Pertanian mengajak pembaca untuk memahami:

ilmu, pohon ilmu, ilmu pertanian, lingkup ilmu pertanian, kelompok ilmu pertanian, dan sumber ilmu pertanian. Sedang Pokok Bahasan Kompetensi Pertanian berisi informasi tentang: pengertian kompetensi, kompetensi profesi pertanian, dan kompetensi lulusan perguruan tinggi pertanian.

Bagian Ketiga membahas Agro-teknologi yang terdiri dari dua Bab, yaitu Bab VI (Teknologi Budidaya Tanaman) dan Bab VII (Revolusi Hijau).

Pokok Bahasan Teknologi Budidaya Tanaman, menelaah arti penting teknologi, pengertian teknologi, bioteknologi dan teknologi budidaya, Sedang Pokok Bahasan Revolusi Hijau mencoba memberikan informasi yang lengkap tentang: sejarah, pengertian dan tujuan revolusi hijau, produksi pertanian dan ketahanan pangan, beberapa masalah, dampak terhadap produksi pertanian, pengaruh terhadap ketahanan pangan, dampak ekologis, dampak sosial, dan praktek revolusi hijau di Indonesia.

Bagian Keempat membahas Agribisnis yang berisi dua Bab., yaitu Bab VIII (Ilmu Usahatani) dan Bab IX (Pertanian Sebagai Sistem Agribisnis.

Pokok Bahasan Ilmu Usahatani, memberikan informasi tentang: pengertian, sifat, dan kelayakan usahatani. Di lain pihak, Pokok Bahasan Agribisnis, menelaah pengertian, sub-sistem, dasar-dasar manajemen, dan kemitraan agribisnis.

Bagian Kelima terdiri dari satu Bab, yaitu Bab X (Sistem Penyuluhan Pertanian) yang memberikan informasi tentang: arti penting sumberdaya manusia, arti penting penyuluhan pertanian, sejarah penyuluhan pertanian di Indonesia, pokok-pokok pengertian tentang penyuluhan pertanian, falsafah penyuluhan pertanian, prinsip-prinsip penyuluhan pertanian, lingkup kegiatan, Undang-undang Sistem penyuluhan pertanian, dan penyuluhan pertanian di masa depan.

Bagian Keenam berisi empat Bab, yaitu: Bab XI (Pembangunan Pertanian), Bab XII (Membangun Pertanian Modern), Bab XIII

(Kelembagaan Pembangunan Pertanian) dan Bab XIV (Pemba-ngunan Pertanian Berkelanjutan).

Pokok Bahasan Pembangunan Pertanian, memberikan informasi tentang: pengertian, unsur-unsur, prasyarat dan syarat-syarat pembengunan pertanian. Pokok Bahasan Membangun Pertani-an Modern, menelaah: ciri-ciri dan syarat-syarat Pertanian Modern. Pokok Bahasan Kelembagaan Pembangunan Pertanian, mengupas: pengertian kelembagaan, kelembagaan penelitian dan pengujian, penyuluhan, penyedia sarana produksi, pengolahan dan pemasaran hasil, keuangan, pdan kelembagaan engangkutan.

Bagian Ketujuh, berisi satu Bab yaitu Bab XV Belajar Ilmu Pertanian yang mengungkapkan: tujuan, prinsip, jenis, dan penentu keberhasilan belajar.

Dengan telah diterbitkannya buku dalam isi, wajah dan bentuknya yang sekarang ini, sekali lagi kami mengucapkan puji syukur kepada Sang Khaliq. Mudah-mudahan tulisan-awal ini bermanfaat bagi siapa saja yang ingin mengenal dan mendalami lebih jauh tentang (ilmu) pertanian.

Seiring dengan itu, kepada semua pihak yang telah banyak berjasa dalam persiapan hingga terdistribusinya buku ini sampai pada sidang pembaca, kami sampaikan terima kasih. Terima kasih kepada Dr. Kusnandar dan Dr. Harisuddin yang sudah membantu mengkritisi Draft Awalnya. Juga buat Mas Iwan yang sangat membantu proses penerbitannya.

Tuhan memberkati kita, kemaren – hari ini – dan sampai di kesudahan.

Info buku selengkapnya kunjungi di sini